Pada Hari Minggu, 1 Oktober 2023 pada Pukul 10.00 – 12.00 Wita di Museum Mulawarman Tenggarong telah dilaksanakan Rangkaian Acara Erau Adat Pelas Benua Tahun 2023 pada agenda acara Belimbur;
Pelaksanaan Rangkaian Acara Erau Adat Pelas Benua pada agenda acara Belimbur dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim yang diwakili oleh SODARTO,SH.MH : Kasi E pada Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kaltim ,Forkopimda Provinsi Kaltim, perwakilan Kepala Otorita IKN ,dan juga dihadiri :
• Bupati Kutai Kartanegara /Asisten I Pemkab Kutai Kartanegara.
• Wakil Bupati Kutai Kartanegara (H. Rendi Solihin)
• Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara (Tommy Kristanto,S.H.,M.Hum)
• Kepala Polisi Resor Kutai Kartanegara (AKBP Hari Rosena,S.H.,S.I.K.,M.Si)
• Komandan Distrik Militer Kutai Kartanegara (Letkol Inf Jeffry Satria)
• Ketua Pengadilan Negeri Tenggarong (YM. Abdullah Mahrus,S.H.,M.H)
• Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Dr.M.H. Sunggono, Drs.,MM)
• Para Sultan/Wakil dari Kerajaan/Kesultanan di Tanah air, seperti Kesultanan Banjar, Palembang, Berau ,dll.
Kegiatan Rangkaian Acara Erau Adat Pelas Benua Tahun 2023 Pada agenda Belimbur dibuka oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura : DRS. MUHAMMAD ARIFIN dan diikuti seluruh tamu undangan serta Masyarakat Kutai Kartanegara;
Dalam sambutannya Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menyampaikan antara lain :Untuk diketahui Belimbur adalah ritual terakhir sekaligus penanda berakhirnya perayaan Erau. Belimbur adalah proses upacara adat yang dilakukan untuk menyucikan diri Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura dari pengaruh jahat.Dan ritual ini dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh rakyat Kukar untuk mendapatkan penyucian dan perlindungan diri. Karena secara makna sakralnya adalah untuk mendapatkan keberkahan, keselamatan, dan terhindar dari malapetaka.
Acara dimulai dengan mengulur/mengantarkan Naga/Replika Naga, Dalam ritual ini, kedua replika naga, yaitu Naga Bini dan Naga Laki, dibawa dari Keraton Kutai menuju Kutai Lama untuk dilemparkan ke sungai. Setelah itu dilanjutkan dengan acara belimbur/ proses upacara adat yang dilakukan untuk menyucikan diri Sultan